Apakah ada perubahan Gelombang Cahaya jika ada Pemanasan Global?
-Hubungan antara pemanasan global dan gelombang cahaya-
Pemanasan Global atau dalam bahasa inggris disebut Global Warming adalah dimana suhu rata rata permutan bumi meningkat, Karena peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer dan juga menipisnya lapisan ozon yang disebabkan oleh senyawa yang dihasilkan di bumi seperti CFC, CO2 dan ini yang mengakibatkan naiknya suhu permukaan bumi.
Pemanasan global uda sering sekali terjadi dengan bukti setiap tahunnya pemanasan global terus meningkat karena berberna faktor, lika terus dibiarkan kestabilan bumi tentunya akan sangat terganggu bukan?
-Ada berberapa dampak dari pemanasan global:
- Lapisan ozon menipis
- Banyak hewan kecil mati
- Hujan Asam
- Es di kutub Utara dan Selatan mencair
- Polusi Udara
- Menurunnya hasil pertanian
- Suhu bumi naik
- Cuaca berubah ubah
- Naiknya permukaan laut
- Banyak penyakit baru yang berbahaya bagi manusia
-Ada berberapa solusi untuk mengatasi pemanasan global yaitu:
- Melakukan penghematan listrik
- Menanam pohon atau reboisasi
- Tidak menebang pohon
- Menggunakan energi alternatif
- Tidak menggunakan alat yang menghasilkan gas CFC
- Mengurangi penggunaan kendaraan bahan bakar fosil
- Melakukan Reuse, Reduce and Recycle
Gelombang Cahaya atau bisa disebut Light Waves adalah gelombang electromagnetic dengan spektrum yang terbatas (optik/tampak), dimana pada spektrum tertentu tersebut, gelombang elektromagnetik dapat terlihat yang kemudian kita sebut sebagai cahaya. Tidak ada batasan yang pas atau eksak mengenai spektrum optik tersebut, akan tetapi mata norma manusia dapat menerima gelombang elektromagnetik dengan panjang gelombang antara 400-700 nm.
Cahaya juga dapat dikatakan terdiri dari partikel disebut dengan foton. Arah getar cahaya tegak lurus terhadap arah rambatnya, jadi gelombang cahaya dikategorikan sebagai gelombang transversal.
*Sifat-sifat gelombang cahaya.
Gelombang cahaya memiliki 4 karakteristik utama yaitu:
1. Dispersi Cahaya
Dispersi merupakan pembiasan cahaya putih (cahaya polikromatik) menjadi komponennya yaitu cahaya monokromatik. Dispersi terjadi ketika cahaya putih melewati medan pembias pada prisma, cahaya mengalami pembias 2 kali (saat masuk keluar).
-Pelangi adalah satu contoh dispersi cahaya secara alami air hujan membiasakan cahaya matahari sehingga cahaya tersebut terdispersi menjadi cahaya yang disebut pelangi.
2. Interferensi Cahaya
Interferensi cahaya itu penjumlahan superposisi 2 gelombang cahaya atau lebih yang dapat menimbulkan terbentuknya gelombang lain.
Interferensi cahaya pada celah ganda terjadi karena adanya beda fase cahaya dari cahaya yang melalui media celah tersebut. Ketika sumber cahaya yang sama presis frekuensi dan panjang gelombangnya melewati 2 buah celah, maka akan terjadi superposisi yang menyebabkan munculnya garis" gelap dan terang pada layar, karena superposisi gelombangnya memiliki sudut.
3. Difraksi Cahaya
Difrakasi adalah pelenturan cahaya saat cahaya melalui celah sehingga cahaya akan terpecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan memiliki sıfat cahaya yang baru.
-Difraksi celah tunggal
Saat cahaya melalui celah yang mangat kecil maka data terjadi terbentuknya peristiwa pita gelap dan terang yang disebut sebgai difraksi celah tunggal. Setelah cahaya melewati celah tersebut, terbentuklah cahaya baru yang menyebar ke segala arah.
-Difraksi pada kisi (celah banyak)
Jika sebum cahaya monokromatis dilewatkan pada lempeng kisi(celah baanvak) maka akan terbentuk pola difraksi berusa pola terang dan gelap pada layar. Kisi adalah susunan celah yang sejajar dan memiliki kuran yang sama, dan damat dibuat dengan cara membuat goresan-goresan pada lempeng kaca atau logam menggunakan ujung intan.
4. Polarisasi Cahaya
Polarisasi cahaya adalah berkurangnya intensitas cahaya yang diakibatkan oleh berkurangnya komponen pada gelombang cahaya. Polarisasi hanya terjadi pada gelombang transversal. Polarisasi cahaya dapat terjadi akibat pemantulan, pembiasan, absorpsi, dan hamburan.
Perubahan Gelombang Cahaya jika ada Pemanasan Global
Gerakan electron dalam orbitnya inilah yang mengakibatkan energi cahaya dapat berubah, tetapi kalau berubah karena adanya pemansan global itu bisa saja terjadi. Contoh yang sangat gampang, kita ambil kota Jakarta, Jakarta adalah kota yang sangat sibuk dan banyak sekali yang menggunakan transportasi dan masih banyak hal lain, ini yang menyebabkan pemanasan global, karena pemanasan global terjadi maka gelombang cahaya tak terlihat dan tidak ada. Tetapi kalau kita melihat ke kota yang banyak hutannya seperti daerah timur itu tidak banyak gedung seperti di Jakarta. Maka dari itu gelombang cahaya tidak berubah dan bisa terlihat sangat jelas dan indah sekali. Jadi gelombang cahaya bisa berubah karena adanya pemanasan global.




Comments
Post a Comment