Tangisan Sesenggukan Ibu Setelah Enu Wuat Wa,i : Teks Kritik Sastra
Sinopsis
Cerpen yang berjudul "Tangisan Sesenggukan Ibu Setelah Enu Wuat Wa,i" adalah cerita tentang seorang ibu yang tidak rela anaknya pergi ke kota until mencari kuliah dan pekerjaan. Karena anaknya seorang gadis, maka dari itu ibu sangat sedih anak gadisnya pergi. Kalimat di terpen yang menunjukkan bahwa ibunya tidak rela ada di kutipan cerpen berikut.
"Aku ga toem sanggup (hidupku sudah tidak sanggup melihat keadaan). Kamu bukan laki-laki", kata sang mama meyakinkan Enu dengan nada terbata-bata.
Tetapi Enu tidak ngomong terus terang kepada ibunya bahwa dia akan bekerja sambil kuliah. Setelah itu dia berkenalan dengan seseorang di Facebook dan langsung pergi ke Jakarta. Saat Enu sampan di Jakarta tiba-tiba temannya tidak bisa dihubungi dan dia kesal sekaligus kebingungan saat di Jakarta.
Tokoh dan Penokohan
Tokoh didalam cerpen ini adalah Enu dan ibunya. Bukti bisa dilihat dalam teks cerpen berikut ini.
"Toem nais aku ona tana mbeong (saya tidak lama di tempat perantauan)", ujar Enu kepada sang Ibu bernada membujuk.
Itulah bukti bahwa Enu dan ibunya terlibat dalam cerita ini.
Berikut ini penggambaran karakter toko-tokoh
-Enu
Pertama, Tidak Cerdas
Enu tidak cerdas karena, ia langsung pergi ke kota Jakarta hanya untuk menemui teman baru di Facebook, tetapi kenyataannya Enu dibohongi.
"Sebelumnya Enu berkenalan dengan seseorang di facebook yang jati dirinya belum kenal dalam pergaulan sehari-hari."
"Bahkan berminggu-minggu nomor HP yang katanya teman facebook Enu saat dihubungi tidak aktif."
Kutipan cerpen yang saya ambil dari cerita, adalah dimana Enu kenal dengan temannya di Facebook, pinga dibohongi oleh teman di Facebook.
Kedua, Berbohong
"Alih-alih si Enu berkata kepada ibu dan keluarganya pergi ke tempat perantauan untuk bekerja sambil kuliah. Inilah modus alias modal dusta Enu untuk sang mama."
Kutipan cerpen diatas adalah bukti, dimana Ena berbohong kepada ibunya sendiri, demi bertemu dengan temannya di Jakarta.
-Ibunya Enu
Pertama, Sangat sayang anak
Di cerpen sangat jelas bahwa, ibunya Enu sangat sayang dengan Enu, bukti teks bisa dilihat sebagai berikut.
"Namun, rupanya tangisan sang ibu sebagai tanda tak tega ketika melihat anak gadisnya pergi ke tempat perantauan jauh. Apalagi seorang gadis yang baru lulusan SMA. "
"Pukul 06.00 WITA, Enu diantar sang Ibu menuju pelabuhan Labuan Bajo. Meskipun dalam keadaan kekurangan biaya ongkos ojek, Ibu Enu tampak tak tega jika putri semata wayangnya pergi meninggalkannya begitu saja. "
Kalimat cerpen yang kedua juga menunjukkan kasih sayang ibu kepada anaknya, walaupun ibunya tidak rela tetapi ibunya tetap tegar hatinya dan mementingkan kebahagiaan anaknya daripada dirinya sendiri.
Gaya Bahasa
Gaya Bahasa yang digunakan dalam cerpen adalah bahasa sehari-hari."Aduh kenapa saya tidak terus terang saja ke mama. Padahal orang di facebook yang menjanjikan saya pekerjaan sambil kuliah belum tentu pasti", pikir Enu sambil melambaikan tangannya ke arah sang mama yang masih enggan beranjak.
Cerpen yang diatas adalah salah satu buketi nutuk menunjukkan bahwa bahasa sehari-hari adalah bahasa yang digunakan di dalam cerpen.
Kelemahan
Kelemahan yang ada di dalam cerpen adalah cerita yang menggantung, dimana pembaca akan penasaran dan mungkin ada berberapa yang kecewa karena cerita yang menggantung.
"Adu Tuhan ata co kaku ga (aduh Tuhan kenapa saya begini)", kesal Enu sambil bingung tidak tahu mau buat apa ketika pertama kali menginjak kaki di kota besar.
Ini adalah kalimat yang paling terakhir di dalam cerpen.
Kelebihan
Kelebihan yang ada di dalam cerpen adalah ceritanya mempunyai banyak sekali pesan moral didalamnya supaya pembaca tidak mengulangi hal yang dilakukan oleh Enu yang ada didalam ceritanya. Salah satunya adalah jika kita ingin memutuskan sesuatu, kita harus pikir-pikir dulu dan harus terus terang dan jujur kepada orangtua sendiri.
Penutup
Cerpen yang ditulis adalah kisah nyata yang pernah dialami, entah itu pengalaman pribadi si penulis, tau orang lain. Dengan cerpen yang dibuat olehnya itu sebagai pembelajaraan untuk para pembaca supaya tidak mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh tokoh utama yang ada didalam cerita tersebut.

Comments
Post a Comment